“Jujutsu Kaisen”, Komik Populer Jepang Langsung Cetak Ulang Setelah Terbit

“Jujutsu Kaisen”, Komik Populer Jepang Langsung Cetak Ulang Setelah Terbit

“Bantulah orang lain saat kau bisa membantu… dan matilah dengan dikelilingi banyak orang…”

Bisa dibilang, itulah satu-satunya wasiat dari sang kakek, sekaligus tujuan bagi Yuji Itadori. Di kehidupan SMA-nya yang baru saja dimulai, Itadori kehilangan kakeknya. Dia juga tidak tahu siapa orangtuanya dan sepertinya, dia memang tak peduli. Baginya, sang kakek adalah satu-satunya keluarganya. Di tengah kehilangannya, tiba-tiba muncul seseorang mengatakan bahwa dirinya telah membawa-bawa sebuah benda terkutuk!

Orang yang kelihatannya seumuran dengannya itu mengaku bernama Megumi Fushiguro dari Akademi Jujutsu, sebuah nama sekolah yang tak lazim. Fushiguro menjelaskan pada Itadori bahwa benda terkutuk itu sangat berbahaya, mengandung energi kutukan yang sangat besar dan bisa menyebabkan kematian.

Awalnya, Itadori hanya menanggapi ringan omongan Fushiguro. Dia bahkan berpikir kalau Fushiguro bisa saja hanya orang gila yang tiba-tiba muncul. Sampai akhirnya, dia menyaksikan sendiri apa dimaksud dengan “kutukan” itu. Sebuah perwujudan tak jelas bentuknya yang lahir dari berbagai emosi negatif manusia; penderitaan, penyesalan, dan penghinaan.

Tak pernah terbesit olehnya selama ini kutukan bisa berwujud sedemikian rupa. Hantu saja belum pernah lihat, pikirnya. Walau gemetaran dihadapkan pada kengerian itu, di kepala Itadori terngiang wasiat sang kakek. Dia pun memberanikan diri mencoba melawan kutukan itu demi menyelamatkan seniornya dalam bahaya.

Namun ternyata, sehebat dan sekuat apa pun dirinya, tak bisa mengalahkan makhluk kutukan itu. “Kutukan hanya bisa disingkirkan dengan kutukan…” Mendengar perkataan Fushiguro, Itadori pun nekat menelan “jari sukuna”, jari dari makhluk terkutuk tingkat tinggi Ryomen Sukuna! Lalu, apa yang terjadi?

Kejadian setelahnya sepertinya membuat Itadori menyesal telah menelan jari tersebut… Komik pupuler Jepang Komik “Jujutsu Kaisen” ini populer baik di Jepang maupun luar Jepang dengan judul aslinya (Jujutsu Kaisen).

Bergenre supernatural dan action, seperti perpaduan antara komik Naruto dengan Kekkaishi. Nuansa gelap dan suram langsung terasa dari ilustrasi covernya. Gambar komiknya pun menunjang tema ceritanya. Yang membuat komik ini berbeda dengan kebanyakan seri action–supernatural dan mistis lainnya adalah: sisi kemanusiaannya.

Tampilan Komik Istimewa Langsung Cetak Ulang

“Jujutsu Kaisen” telah diadaptasi dalam bentuk anime, yang telah tayang sejak Oktober 2020. Saat ini, animo pembaca akan judul ini tinggi memang salah satunya karena garapan animenya yang sangat keren. Namun, komiknya memiliki keunggulan tersendiri yaitu: jalan cerita yang lebih detail, plot yang tidak terkesan buru-buru tapi juga tidak bertele-tele.

Walau tidak berwarna, kesan gelap dan suram “dunia yang penuh kutukan” begitu terasa, tapi juga tidak mengurangi detail gambarnya. Bahkan aksi Itadori dan kawan kawan tergambar dengan sangat hidup. Terbit sehari langsung cetak ulang Pada 2019, komik yang mulai terbit sejak Maret 2018 ini masuk dalam nominasi “Shogakukan Manga Award ke-65” untuk kategori komik remaja cowok.

Tidak hanya itu, komik ini juga langganan masuk 10 Top Chart Weekly Oricon. Selain itu, di Jepang judul ini sempat menduduki peringkat pertama dalam “Komik Rekomendasi Karyawan Toko Buku Nasional 2018”. Jika kamu mencari bacaan yang tidak hanya sekedar action seru dan menegangkan, tapi juga bisa memberi gambaran akan pentingnya arti sebuah kehidupan dan kerja keras, “Jujutsu Kaisen” ini bisa jadi pilihan.

Komik terbitan Elex Media ini juga dicetak dalam kertas Book Paper dengan ukuran 12×18 cm yang cukup pas di genggaman dan tidak ribet dibawa-bawa. Saat baru terbit Rabu (20/1/2021) langsung dicetak ulang Kamis (21/1/2021). Karena materi gambarnya berupa data digital, hasil cetakannya juga lebih jernih sehingga nyaman di mata. Selain itu, covernya yang laminating glossy membuat tampilannya tidak kalah dengan terbitan Jepang maupun Baratnya. Sangat oke untuk dikoleksi.

Leave a Reply